بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى الْمَبْعُوثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ وَالتَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum muslimin dan muslimat, pemirsa Rodja TV, pendengar Radio Rodja, dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti pengajian malam hari ini. Semoga Allah Azza wa Jalla membimbing kita agar senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.
Allah Azza wa Jalla memberikan kita nikmat yang banyak. Di antara nikmat itu adalah nikmat sehat badan. Saking sempurnanya penciptaan manusia, di dalam badan ini terdapat berbagai rangkaian serabut syaraf yang begitu rumit . Jika satu saja bermasalah, seperti pada kasus “saraf kejepit,” seseorang bisa tidak bergerak sama sekali . Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan betapa nikmat sehat ini perlu disyukuri.
Syukur Setiap Sendi dengan Bersedekah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:
“ابْنُ آدَمَ سِتُّونَ وَثَلَاثُمِائَةِ مَفْصِلٍ، عَلَى كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ”
“Manusia itu memiliki 360 persendian. Masing-masing dari persendian itu hendaknya ditunaikan sedekahnya setiap hari.”
Bagaimana cara menunaikan 360 sedekah setiap hari? Hadis ini dan hadis-hadis lain yang semakna dari Aisyah, Abu Dzar, dan Abu Hurairah menjelaskan berbagai caranya :
- Ucapan yang baik (Al-Kalimatut Thayyibah): Bertutur kata yang santun dan menyejukkan hati orang lain adalah sedekah .
- Membantu sesama: Menolong saudara, memberikan minum, atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah .
- Menyingkirkan gangguan di jalan: Membersihkan duri, batu, atau apa pun yang membahayakan orang di jalan adalah sedekah .
- Berzikir: Bertakbir, bertahlil, bertasbih, dan beristighfar, semuanya dihitung sebagai sedekah.
- Melangkah ke masjid: Setiap langkah menuju masjid untuk salat adalah sedekah.
- Menahan diri dari menyakiti orang lain: Jika tidak mampu melakukan kebaikan apa pun, cukuplah dengan menahan diri dari mengganggu orang lain. Ini pun terhitung sebagai sedekah.
Solusi Paling Praktis: Salat Duha
Mengerjakan 360 sedekah setiap hari tentu terasa berat. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan solusi yang sangat mudah. Dalam hadis Abu Dzar, beliau bersabda:
“وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى”
“Dan itu semua (sedekah 360 persendian) bisa diwakili dengan melaksanakan dua rakaat salat Duha.”
Mengapa demikian? Para ulama menjelaskan, karena ketika seseorang salat, ia menggunakan seluruh 360 persendiannya untuk menghamba kepada Allah . Ini adalah bentuk syukur yang paling nyata. Oleh karena itu, para sahabat seperti Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tidak pernah meninggalkan salat Duha seumur hidupnya setelah mendapat wasiat dari Nabi .
Hadis-Hadis Lainnya
Selain itu, dibahas pula beberapa hadis singkat lainnya:
- “ابْنُ أُخْتِ الْقَوْمِ مِنْهُمْ” – “Keponakan (dari jalur saudara perempuan) adalah bagian dari kaum mereka.” Hadis ini mengajarkan untuk menghormati dan memuliakan kerabat dari jalur perempuan, menepis kebiasaan jahiliah yang meremehkan mereka .
- “ابْنُ السَّبِيلِ أَوَّلُ شَارِبٍ يَعْنِي مِنْ زَمْزَمَ” – “Ibnu Sabil (musafir) adalah orang yang pertama berhak minum (dari air zamzam).” Hadis ini menjelaskan adab untuk mendahulukan musafir dalam memanfaatkan fasilitas umum seperti sumber air, karena mereka lebih lelah dan membutuhkan.
- “ابْنَا الْعَاصِ مُؤْمِنَانِ: هِشَامٌ وَعَمْرٌو” – “Dua putra Al-‘As adalah dua orang yang beriman: Hisyam dan ‘Amr.” Hadis ini menunjukkan keistimewaan dua sahabat mulia, ‘Amr bin Al-‘As dan Hisyam bin Al-‘As radhiyallahu ‘anhuma.
- “أَبِنِ الْقَدَحَ عَنْ فِيكَ، ثُمَّ تَنَفَّسْ” – “Pisahkan (jauhkan) gelas dari mulutmu, kemudian bernapaslah.” Ini adalah adab minum untuk tidak bernapas di dalam wadah air, demi menjaga kebersihan dan agar tidak menjijikkan bagi orang lain yang mungkin akan menggunakannya .
- “ابْنَايَ هَذَانِ -الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ- سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَأَبُوهُمَا خَيْرٌ مِنْهُمَا” – “Dua anakku ini—Al-Hasan dan Al-Husain—adalah pemimpin para pemuda penghuni surga, dan ayah mereka (Ali bin Abi Thalib) lebih baik dari keduanya.” Hadis ini menunjukkan keutamaan agung dari Ahlul Bait: Hasan, Husain, dan ayah mereka, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
Sesi Tanya Jawab
- Imam Lupa Tasyahud Awal: Jika imam lupa tasyahud awal dan sudah terlanjur berdiri sempurna, ia harus melanjutkan salatnya dan tidak kembali duduk. Makmum wajib mengikutinya, dan imam menggantinya dengan sujud sahwi sebelum salam. Namun, jika imam menambah rakaat (misalnya salat Magrib menjadi 4 rakaat), ia wajib kembali duduk meskipun sudah berdiri sempurna .
- Salat Sunah Saat Safar: Mayoritas ulama berpendapat salat sunah (termasuk Duha) tetap boleh dan dianjurkan dikerjakan saat safar, berdasarkan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat Fathu Makkah di mana beliau salat Duha 8 rakaat .
- Imam Batal di Tengah Salat: Jika imam batal (misalnya buang angin), ia harus keluar dari barisan dan menunjuk makmum di belakangnya untuk menggantikan. Makmum yang ditunjuk maju untuk menjadi imam .
Semoga bermanfaat. وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ. وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.